Selasa, 03 Juni 2008
Usaha Dengan Modal dibawah satu juta Rupiah
Untuk usaha dengan modal yang dibawah 1 juta, ada beberapa yang bisa dilakukan. Baik barang maupun jasa. Untuk Usaha dibidang jasa antara lain kursus musik, penitipan anak, belajar mengaji, sedangkan untuk usaha dalam bentuk barang bisa saja anda menjual gorengan, kerupuk dari produsen dalam bentuk setengah jadi dan anda tinggal menggoreng serta jual pulsa elektronik.
Usaha yang menggunakan modal yang terbatas bisa dilakukan oleh semua ornag, asalkan ada kemauan dan semangat yang tinggi untuk menjalankannya. Usaha seperti ini sebaiknya dilakukan di rumah. Anda tinggal melihat saja apa yang dibutuhkan untuk menjalankannya karena biaya bisa lebih ditekan. Untuk usaha dalam bidang barang, yang lebih diperlukan adalah kejelian dalam mengatur modal sebab anda dituntut modal yang digunakan bisa berputar dan kembali dalam jangka waktu tertentu. Seperti usaha jual gorengan, dalam pemilihan bahan baku anda harus teliti. Selain itu , biaya operasional juga harus dilihat agar usaha bisa berjalan dengan lancar. Terutama biaya tranportasi pada saat pembelian bahan baku.
Berhubung usaha masih baru, sebaiknya anda mempersiapkan biaya enam kali lipat dari biaya biaya operasional dan bahan baku harian. Hal ini dikarenakan belum bisa dilihat berapa besar keuntungan yang didapat sedangkan anda harus punya biaya untuk esok hari.
Ada beberapa hal yang harus dipertikan untuk menjual usaha dengan modal dibawah Rp. 1 Juta; 1. Hindari Tempat sewa
2. Utamakan kerja sama dari pada menggaji
3. Pilih Konsep waktu yang tepat untuk usaha
Selasa, 27 Mei 2008
Memulai Usaha Catering
Dalam memulai usaha dalam bidang apapun, maka yang pertama kali harus dipersiapkan adalah mental Anda. Karena untuk menghalang berbagai hambatan psikologis rasa malu, takut gagal dan memadamkan perang batin antara berkeinginan dan keraguan adalah langkah pertama yang harus diatasi.
Setelah langkah mengatasi beban mental, kini menyangkut masalah operasional. Masalah-masalah teknis yang menyangkut seluk beluk pekerjaan perlu dipersiapkan rapi. Mulai menghitung kemampuan diri, keterampilan yang dimiliki yang menyangkut bidang pekerjaan itu. Misalnya untuk usaha katering, paling tidak yang dibutuhkan adalah mengerti tentang masakan--syukur-syukur bila Anda pandai memasak, dan lebih baik lagi bila Anda adalah seorang ahli memasak. Untuk menjadi pengusaha katering tidak harus menjadi ahli masak dulu, tapi yang terpenting adalah mampu mengelola usaha itu, sementara untuk tenaga ahli yang bisa memasak, Anda bisa melakukan prekrutan.
Persiapan lainnya adalah tersedianya sarana dan prasarana. Pengertian tersedianya bukan berarti harus menjadi miliknya, tetapi bisa diperoleh dari meminjam atau menyewa. Kalau harus menunggu sampai perlengkapan dimiliki dulu, sampai kapan harus memulai usaha, kecuali memang tersedia dana yang cukup untuk investasi ke bisnis katering untuk jangka panjang.
Setelah kelengkapan operasional terpenuhi, maka perlu diperhitungkan kemungkinan penggunaan modal kerja. Jika Anda mampu membangun relasi luas, kebutuhan modal kerja bisa tidak terlalu menyerap dana secara keseluruhan. Kebutuhan pembelian bahan baku misalnya, apabila sudah mempunyai langganan dan pemasok tetap, bisa diharapkan dapat dirundingkan cara-cara pembayaran secara mundur. Untuk menanggulangi pembelian tunai, bisa diharapkan dana dari uang muka pemesanan. Kekurangan peralatan bisa disewa dengan pembayaran di belakang, hanya cukup menyelesaikan uang mukanya saja. Untuk seterusnya, kekurangan dana yang tidak mungkin bisa diundurkan, bagaimanapun juga harus tetap disediakan. Untuk mengetahui kebutuhan dan kekurangan dana secara tepat, maka harus disusun aliran dana (cash flow) yang rapi dan rasional, bertolak pada harga pasar. Kekurangan dana yagn perlu disediakan itu, selain harus diupayakan dari modal sendiri, mungkin perlu menjual harta kekayaan lainnya atau mencari pinjaman ke bank. Namun untuk melakukan langkah-langkah yang beresiko tinggi, hendaknya harus hati-hati dalam perhitungan dan menanamkan sikap disiplin ketat dalam tiap membelanjakan keuangan perusahana yang masih mengandung kerawanan terhadap kerugian.
Selanjutnya adalah masalah pemasaran, yang merupakan kunci penting untuk diperhatikan. Sudah menjadi kelaziman bahwa usaha katering bekerja berdasarkan pesanan. Kegiatan produksi dimulai apabila telah pesanan telah diterima. Maka, tanpa pesanan, kegiatan produksi perusahaan katering tidak bekerja. Yang bekerja sepanjang tahun atau selama bisnis itu hidup adalah pemasaran, keuangan dan administrasi.
Hal lain yang harus diperhatikan adalah lokasi bisnis Anda. Perusahaan katering, mengingat sifat pekerjaannya adalah memburu pasar dimanapun juga, maka lokasi bisnis memang tidak harus mempertimbangkan yang strategis, hanya saja perlu diperhatikan jangan sampai menganggu tetangga. Usaha katering dapat dioperasikan di mana saja, sementara dapat memanfaatkan ruangan dari bagian rumah pribadi Anda. Tetapi untuk dapur, diusahakan paling tidak ada jalan yang dapat dilewati mobil. Sebab kalau usaha berkembang, kendaraan inilah yang akan merupakan alternatif pengangkutan.
Bagi para pemula, agar menghemat biaya yang tidak perlu. Apabila pesanan dalam jumlah kecil dapat memanfaatkan rumah tinggal. Barangkali anggota keluarga dapat diajak kerjasama untuk membantu kegiatan katering, sehingga keuntungan yang didapat bisa berlipat karena tenaga kerja tidak dibayar. Namun apabila pesanan mulai banyak, sudah saatnya menggunakan tempat yang lebih luas dan modal kerja yang lebih banyak.
Mengenai pertanyaan Anda, apakah untuk konsultasi ini dipungut biaya? Apakah maksud Anda untuk berkonsultasi dengan saya melalui Budgetary Consultation CyberShopping Portal CBN? Bila ya, email yang masuk ke Budgetary Consultation ini akan dijawab secara free of charge. Namun jika Anda ingin menggunakan jasa konsultasi pribadi/ langsung dengan saya, memang ada biayanya. Untuk mengetahui hal itu lebih lanjut, silahkan Anda menghubungi manajer bisnis saya di situs perencanakeuangan.com untuk membuat appoinment.
Peluang Usaha Warnet
Masih Cerahkah Peluang Usaha Warnet?
Saturday, February 2, 2008Fenomena ini sangat menarik, booming usaha warnet sedang melanda kota ini. Ini mengingatkan dengan Jogja 5 atau 6 tahun yang lalu. Karena masalah perang harga yang tidak berkesudahan, banyak warnet yang rontok. Disamping itu karena ada faktor semakin mudahnya orang mengakses internet dari rumah.
Maraknya usaha warnet ini bisa jadi karena faktor murah dan mudahnya mendapatkan akses internet broadband semacam spidi, yang saat ini tengah gencar-gencarnya berpromosi. Cukup dengan mengambil paket personal time base, berbekal 5 sampai 10 unit komputer, jadilah usaha warnet. Semudah orang mendirikan sebuah counter hape :D.
Diperlukan strategi lainnya, agar usaha ini bisa bertahan, misalnya didampingi dengan usaha yang masih berkorelasi. Tidak sekedar warnet, tetapi warnet plus yang mampu membuat pengunjungnya betah berlama-lama disana. Berbasis komunitas, akses yang cepat & tidak gampang putus, tempat yang nyaman (kalau bisa ber-AC), lebih nyaman lagi menggunakan layar LCD, dilengkapi hot spot area, parkir yang luas, dilengkapi dengan cafe, dan lain-lain, dan lain-lain. Itu idealnya. Harus ada diferensiasi supaya kita beda dengan lainnya dan berani memberikan fasilitas plus untuk kestamernya.
Perlu dipikirkan juga masalah legalitas software. Ini untuk berjaga-jaga bila sewaktu-waktu terjadi sweeping dari aparat. Akan lebih safe bila menggunakan OS yang free, yang pasti lebih handal dan reliable.
Seperti usaha-usaha lainnya, hukum alam tetap berlaku. Yang bisanya cuma follower biasanya tidak akan bertahan lama. Dan yang terpenting, dikalkulasi ulang lagi, kapan ya balik modalnya. Namanya orang usaha, harus ada return doooooong.
